Jumat, 20 Maret 2020

,

Barisan dan Deret Aritmatika


Assalamu'alaikum, Hai gengs. Pada pertemuan kali ini Kennycandra Blog akan membahas tentang baris dan deret Aritmatika. yang mana konsep Baris dan Deret ini banyak teman-teman temui di kehidupan sehari-hari. Nah, sekarang kita akan sama-sama tahu apa pentingnya memahami materi ini. Yuk Scroll ke bawah untuk penjelasan lebih lengkapnya !

Daftar Isi :



Barisan Merupakan urutan dari suatu anggota-anggota himpunan berdasarkan suatu aturan  atau karakteristik tertentu. setiap anggota himpunan diurutkan berdasarkan urutan/suku pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. untuk menyatakan urutan/ suku ke-n dari suatu barisan dinotasikan . Barisan juga didefinisikan sebagai himpunan yang anggotanya merupakan hasil pemetaan yang domainnya himpunan bilangan asli. sehingga  .

Contoh Barisan :
  • 1, 2, 3, 4, 5, 6, ...
  • 2, 4, 6, 8, 10, ...
  • 1, 3, 5, 7, 9, 11, ...
Sedangkan Deret merupakan penjumlahan dari suku-suku suatu barisan. Penjumlahan suku-suku tersebut dapat juga dinyatakan dalam Notasi Sigma (Baca Juga: Notasi Sigma). Barisan dari suku  yang dinyatakan dalam fungsi  memiliki deret sebagai berikut :



Suatu barisan  disebut barisaan aritmatika jika selisih antar dua suku yang berurutan selalu tetap. selisih tersebut disebut "beda" dan dilambangkan dengan b. sehingga :


Sebagai contoh, 2, 4, 6, 8,... merupakan baris aritmatika dengan nilai b :

b = 8 - 6 = 6 - 4 = 4 - 2 = 2
Jika suku pertama dinyatakan dengan a, maka bentuk umum barisan aritmatika adalah :




...

; dimana n bilangan asli
bentuk di atas adalah bentuk umum dari barisan aritmatika
sehingga,
Untuk mengetahui nilai suku ke-n dari suatu barisan aritmatika dapat diketahui dengan mengetahui nilai suku pertama dan selisih antar suku yang berdekatan (b). 
       



Deret Aritmatika adalah penjumlahan dari suku-suku anggota barisan aritmatika. Jumlah n suku pertama deret aritmatika disimbolkan dengan . Penjumlahan dari semua anggota barisan ini dapat dihitung sebagai :


 

atau



atau sebagai :


atau

   

Persamaan di atas bisa kita gunakan juga untuk mencari nilai suku ke-n, kita ketahui bahwa,


dan

 

sehingga kedua rumus di atas memiliki hubungan yaitu :


atau


Sisipan Pada Barisan Aritmatika

Misalkan  adalah suatu barisan aritmatika dengan suku pertama , beda =  , dan banyaknya suku = . Apabila di antara dua suku disisipkan k buah suku (suku baru) sehingga membentuk barisan aritmatika baru, maka :

barisan mula-mula :   

barisan baru :  

karena terdapat sisipan di antara dua suku, maka diperoleh hubungan :

    1. Beda baru 

         

        Keterangan :

         = beda barisan aritmatika yang telah disisipkan k buah suku

         = banyak jumlah suku yang disisipkan

     2. banyak suku baru 

         

         Keterangan :

          = banyak suku barisan aritmatika baru
            = banyak suku barisan aritmatika lama   

sehingga,

      3. jumlah n suku pertama sesudah sisipan
          

Suku Tengah Barisan Aritmatika 
Jika barisan aritmatika memiliki jumlah suku ganjil, maka memiliki suku tengah. Suku tengah suatu barisan aritmatika adalah : . Jika diselesaikan dalam rumus  , maka nilai suku tengah didapat :
 







-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Mungkin itu saja pembahasan kali ini tentang Baris dan Deret Aritmatika yang bisa saya jabarkan, semoga saja pembahasan ini berguna bagi teman-teman semua, terutama teman-teman pada jenjang Sekolah Menengah Atas. Terima kasih sudah mengunjungi kennycandra Blog. Baca Juga : Barisan dan Deret Geometri






0 komentar: